AUDIT TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI

 

TUGAS PERTEMUAN 1

AUDIT TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI


Disusun Oleh:

Putra Iman Khuluqy

15118621

4KA14

 

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2021




Pendahuluan

1.     Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang terus meningkat dengan pesat, banyak perusahaan yang mengandalkan sistem informasi sebagai pendukung operasional di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Saat ini sistem informasi yang ada dikendalikan oleh sumber daya manusia yang ada pada suatu perusahaan atau organisasi. Sistem informasi juga dapat menjadi sumber daya strategis yang dapat bertujuan sebagai pencapai visi dan misi. Dengan Berkembangnya teknologi informasi juga berdampak pada ancaman yang terjadi pada luar maupun di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Misalnya di dalam sebuah pengoperasian sebuah komputer terjadi kesalahan, mulai dari kesalahan pengambilan keputusan hingga kebocoran data. Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukan adanya audit sistem informasi di dalam suatu perusahaan atau organisasi.

2.     Tujuan

Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah :

1.        Menjelaskan konsep Audit TSI

2.        Menjelaskan Definisis Audit TSI

3.         Menejalskan Jenis – jenis Audit TSI

Pembahasan

1.     Konsep Audit

Audit dan kontrol teknologi informasi menjadi penting karena organisasi membutuhkan acuan, parameter dan kontrol untuk memastikan semua sumber daya perusahaan menuju pada pencapaian tujuan organisasi secara terintegratif dan komprehensif. IT Audit dan Kontrol menjelaskan sebuah proses untuk mereview dan memposisikan IT sebagai instrument penting dalam pencapaian usaha/bisnis korporasi. Audit IT dan control melakukan proses sistematik, terencana, dan menggunakan keahlian IT untuk mengetahui tingkat kepatuhan, kinerja, nilai, dan resiko dari implementasi teknologi. Kemampuan mengetahui pengetahuan dan skill pada IT Audit dan control selain juga menunjukkan jenjang professional tertentu dalam professional, juga membuat seseorang akan menganalisa, merancang, membangun, mengimplementasikan, memonitor dan melakukan pengembangan berkelanjutan TIK tidak sekedar beroperasi tetapi juga mengikuti kaidah industri dan standar internasional.

Penerapan IT audit sendiri dibentuk pada pertengahan 1960-an dan sejak saat itu telah berubah spesifikasi nya berkali-kali karena perkembangan pesat teknologi dan penggabungan ke dalam bisnis. Audit teknologi selalu mengacu pada pemeriksaan kontrol dalam infrastruktur TI. Praktek Audit menjamin kelangsungan bisnis dengan mengidentifikasi integritas data organisasi, operasi efektivitas dan tindakan perlindungan untuk melindungi 36 aset IT.

IT Audit and Control menggambarkan sebuah proses untuk meninjau dan memposisikan TI sebagai instrumen penting dalam mencapai bisnis / bisnis perusahaan. TI mengaudit dan mengendalikan proses yang sistematis, terencana, dan menggunakan keahlian IT untuk mengetahui tingkat kepatuhan, kinerja, nilai, dan risiko penerapan teknologi. Kemampuan untuk mengetahui pengetahuan dan keterampilan dalam Audit dan pengendalian TI serta menunjukkan tingkat profesional tertentu secara profesional, juga membuat seseorang akan menganalisa, merancang, membangun, menyebarkan, memantau dan pengembangan TIK yang berkelanjutan tidak hanya beroperasi tetapi juga mengikuti aturan industri dan standar internasional.

2.     Definisi Audit

·       Berdasarkan ISO 9000:2005 (3.9.1), pengertian audit adalah proses sistematis, mandiri, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit terpenuhi.

·       Menurut Ron Weber, Audit Sistem Informasi adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta-fakta yang bertujuan untuk memutuskan apakah sebuah sistem komputer yang merupakan aset bagi perusahaan, integritas data terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam hal penggunaan sumber daya.

·       Menurut Alvin A. Arens dan James K.Loebbecke, audit ialah pengumpulan dan evaluasi terhadap bukti untuk menentukan derajat kesesuaian anatar informasi dan kriteria yang telah ditetapkan. Hal ini berarti dalam pelaksanannya evaluasi dilakukan mengacu pada sejumlah criteria tertentu untuk menentukan derajat kinerja yang telah dicapai.

·       Menurut Mulyadi (2002, p9), audit adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan- pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

3.     Jenis-Jenis Audit

Menurut Arens (2003, p13), audit dapat dibagi menjadi :

·       Audit Laporan Keuangan (Financial Audit) Audit laporan keuangan bertujuan untuk menentukan apakah laporan   keuangan   secara   keseluruhan   telah   disajikan   sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu yang ditetapkan. Kriteria tersebut adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum.

·       Audit Operasional (Operational Audit) Jenis audit ini merupakan penelaahan atas bagian manapun dari prosedur dan metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektivitasnya. Umumnya pada saat selesainya audit operasional, auditor akan memberikan sejumlah saran kepada manajemen untuk memperbaiki jalannya operasi perusahaan.

·       Audit Ketaatan (Compliance Audit) Jenis audit ini bertujuan mempertimbangkan apakah klien telah mengikuti  prosedur  atau  aturan  tertentu  yang  telah  ditetapkan pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi. Hasil audit ketaatan biasanya tidak dilaporkan kepada pihak luar, tetapi  kepada  pihak  tertentu  dalam  organisasi.  Pimpinan organisasi adalah pihak yang paling berkepentingan atas dipatuhinya  prosedur  dan  aturan  yang  telah  ditetapkan.  Oleh sebab  itu,  mereka  sering  mempekerjakan  auditor  untuk melakukan tugas itu.

4.     Proses Audit

Proses Audit dalam konteks teknologi informasi adalah memeriksa apakah sistem informasi berjalan semestinya. Tujuh langkah proses audit sistem informasi yaitu:

1.     Implementasikan sebuah strategi audit berbasis manajemen resiko serta control practice yang dapat disepakati oleh semua pihak

2.     Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci

3.     Gunakan fakta atau bahan bukti yang cukup, handal, relevan, serta bermanfaat

4.     Buat laporan beserta kesimpulan berdasarkan fakta yang dikumpulkan

5.     Telah apakah tujuan audit tercapai

6.     Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan

7.     Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan managemen resiko serta control practice.

Perencanaan sebelum menjalankan proses audit dengan metodologi audit yaitu:

1.              Audit subject

2.              Audit objective

3.              Audit Scope

4.              Preaudit planning

5.              Audit procedures and Steps for data gathering

6.              Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan

7.              Audit report preparation

Berikut struktur isi laporan audit secara umumnya(tidak baku):

a)     Pendahuluan

b)     Kesimpulan umum auditor

c)     Hasil audit

d)     Rekomendasi

e)    Exit interview

5.     Teknik Audit

Menurut Davis, Schiller dan Wheeler (2011) tahap melakukan audit TI adalah :

·       Tinjau struktur organisasi TI secara keseluruhan untuk memastikan bahwa organisasi TI menyediakan      untuk tugas wewenang dan tanggung jawab atas operasi TI dan menyediakan pembagian tugas yang memadai.

·       Meninjau proses perencanaan strategis TI untuk memastikan bahwa itu sejalan dengan strategis bisnis. Mengevaluasi proses organisasi TI untuk memantau kemajuan terhadap rencana strategis.

·       Menentukan apakah teknologi dan aplikasi strategi dan roadmap ada, dan mengevaluasi proses perencanaan teknis jangka panjang.

·       Tinjau indikator kinerja dan pengukuran untuk IT. Memastikan bahwa proses dan metrik pada tempatnya ( dan disetujui oleh para pemangku kepentingan utama) untuk mengukur kinerja kegiatan sehari-hari dan pelacakan kinerja terhadap SLA, anggaran, dan persyaratan operasional lainnya.

·       Emenentukzvaluasi standar untuk mengatur pelaksanaan proyek IT dan untuk memastikan kualitas produk yang dikembangkan atau diperoleh oleh organisasi TI. pMenentukan bagaimana standar tersebut dikomunikasikan dan ditegakkan.

·       Pastikan bahwa kebijakan keamanan TI ada dan memberikan persyaratan yang memadai untuk keamanan lingkungan. tentukan bagaimana kebijakan tersebut dikomunikasikan dan bagaimana kepatuhan dimonitor dan ditegakkan.

·       Meninjau dan mengevaluasi proses penilaian risiko di tempat bagi organisasi TI.

·       Tinjau dan evaluasi proses untuk memastikan bahwa karyawan IT di perusahaan memiliki keterampilan dan pengetaguan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mereka.

·       Tinjau dan evaluasi kebijakan dan proses untuk menetapkan kepemilikan data perusahaan, mengelompokkan data, melindungi data sesuai dengan klarifikasinya, dan mendefinisikan life cycle data.

·       Tinjau dan evaluasi proses untuk memastikan bahwa end user lingkungan TI memiliki kemampuan untuk melaporkan masalah, secara tepat terlibat dalam keputusan TI, dan puas dengan layanan yang diberikan oleh TI.

·       Meninjau dan mengevaluasi proses untuk mengelola layanan pihak ketiga, memastikan bahwa peran dan tanggung jawab mereka didefinisikan dengan jelas dan pemantauan kinerja mereka.

Kesimpulan

Audit Sistem Informasi merupakan suatu kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh seorang audit internal perusahaan dalam pengumpulan bukti-bukti dan pengevaluasian pengendalian perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan Audit system informasi dibutuhkan dalam suatu organisai perusahaa untuk mengetahui apakah suatu pengendalian dalam system informasi disebuah organisasi tersebut tujuannya sudah tercapai atau belum. Audit internal dalam melakukan audit system informasi diperlukan prosedur pengendalian dan lalu diujikan untuk pencapain tujuan pengendalian tersebut.

Referensi

·       Zuhrawaty. 2009. Panduan dan Kiat Sukses Menjadi Auditor ISO 9001. Yogyakarta: Media Pressindo.

·       Sanyoto Gondodiyoto. 2007. Audit Sistem Informasi Pendekatan CobIT. Jakarta. Penerbit Mitra Wacana Media.

·       IT Auditing : Using Controls To Protect Information Assets, Chris Davis, 2011

·       Audit & Kontrol Teknologi Informasi, Mardhani Riasetiawan, 2016

Komentar

Postingan Populer